Inspirasisukses.com Dengan mata yang berkaca-kaca ia mulai menyisipkan wajah
sedihnya dan berlari menuju tanah lapang sembari mencabuti rumput-rumput dengan
kaki terbujur lesu. Kali ini putri marcelin begitu kecewa dengan kehadiran tamu
tak diundang yang sering menerornya. Ini bukan masalah martabat akan tetapi
masalah hati, belum lama sang putri dicampakan oleh calonnya kini ia
mendatanginya. Entah apa yang di inginkan charles tetapi sang putri merasa ia
ingin mencari tahu tentang kejadian malam itu.
Angin menidurkannya
sesaat
Sambil mengintip-ngintip sang putri mulai menyingsingkan
gaun panjangnya yang menyentuh tanah itu. Dan benar pemuda itu masih ada di
ruang depan dengan duduk hampir tertidur. Sang ratu masih mengintip dan mulai
duduk bersandar pada pohon besar di samping rumahnya. Angin membelai wajah
indahnya dan membuatnya mengantuk. Beberapa saat sang ratu pun tertidur.
Sekumpulan semut berjalan berbaris rapi dengan satu komando. Diantara salah
satu semut pun berkata kepada teman lainnya, “ Tidak biasanya sang ratu tidur
diluar”. Tidak menghiraukan ia berlalu meninggalkan sang ratu.
Kini tamu itu merasa sang tuan rumah tidak berada di rumah
ia pun bergegas untuk pulang. Dari jauh terlihat gaun panjang yang terbang
terbawa angin, tentu membuat charles tersenyum dan menghampiri si putri. Tidak
ingin membangunkan sang putri kini charles memilih tidur disamping sang ratu
dengan keadaan gurau.
Ketika kepala sang putri terjatuh di bahu charles disaat itu
mereka berdua diperhatikan oleh sepasukan semut dan seraya semut itu
berkata,”wah mesrahnya mereka berdua ini”. Debu dari arah utara berlalu tanpa
menghiraukan mereka berdua hingga charles jatuh dalam tidurnya ke arah kiri.
Tentu sang putri yang bersandarpun ikut terjatuh dalam pelukan charles sontak
sang putri menjerit histeris dan beranjak dari pelukan charles.
Tapi charles berpura-pura tidur dengan posisi tangan memeluk
perut putri tidak dilepasnya. Sang putri pun memukul-mukul wajah charles hingga
charles tertawa. Sang putri berdiri tetapi tangan berada atas tangan kanan
charles hingga terbelai halus dan menyebabkan sang putri tak kuasa untuk
bertanya,”kenapa kamu disini?”. Aku disini?jawabnya,...Ya mengapa kamu disini?
Harusnya aku yang bertanya mengapa kamu tidur disini? Sudah tau aku datang
menemuimu :D
Mereka berdua menaiki
kuda jantan berwarna putih
Sang putri dengan wajah memerah meninggalkan charles. Dari
kejauhan charles berteriak, “ Oia yang barusan aku taruh pesan dalam kertas di
gaunmu”. Sang putri terhenti dan membuka sakunya meraih secarik kertas dan memang
benar mendapati pesan kertas itu. Dibacanya ,”apa kamu tega meninggalkan orang yang setiap kali berlari-lari di pikiranmu?”.
Hendak menoleh kebelakang tetapi charles telah memeluknya
dari belakang dan merangkul perut sang putri sambil membisikkan ke telinga
kiri,”Aku Sudah Capek Berlari-lari di Pikiranmu Sekarang Aku Ingin Kamu Ganti
Rugi”.
Sang ratu terdiam dan tersenyum sambil berkata,”Kamu Bisa
Apa Kalau Aku Nggakmau”. Charlespun memanggil kuda putihnya dengan siulnya.
Sontak kudapun datang dan diangkatnya sang Putri naik keatas kuda dan berlalu
pergi bersama menelusuri jalan.
Ditengah jalan mereka berdua saling pandang dan tertawa haha
hihi terbiasa dengan suasana yang indah. Hilang rasa kacau dan kesal beberapa
waktu lalu saat charles tidak datang pada makan malam bersama keluarga Sang
putri. “Maaf kemarin aku nggak bisa datang karna adikku tiba dirumah, aku
sayang kamu” , ucap charles. Kini charles merasa lega karna sang ratu tidak
lagi marah karna hal itu. Kuda yang melaju kencang kini di hentikannya di taman
yang penuh dengan bunga.
“Aku nggak minta hal banyak dari kamu, yang aku minta kamu
selalu ada setiap aku memandang dunia ini”. Mereka berdua saling berpelukan dan
mendesah sesaat aroma wangi tak dapat menghentikannya dan membuatnya tiba di
musim emas dimana mereka berdua mengucapkan janji sucinya dan berjanji saling
menyayangi selamanya.
Berlanjut di Putri Marcellin dan charles Dengan Kuda Putihnya (Part 2)
By : Arif Kurniwan tulisan berlisensi from (www.inspirasisukses.com)
Berlanjut di Putri Marcellin dan charles Dengan Kuda Putihnya (Part 2)
By : Arif Kurniwan tulisan berlisensi from (www.inspirasisukses.com)
