Inspirasisukses.com Ia tidak begitu tampan untuk seorang lelaki tetapi
kemampuannya mampu menyihir banyak orang dengan hingga tak sadarkan diri. Diantara banyak
orang mengenalnya sebagai penyihir dengan elang di kepalanya, karna elang itu patuh
pada setiap ucapan Zelgoth. Tampak menawan dengan rambut memanjang menutupi
mata kirinya. Sengaja mata kirinya ditutupi karna sejak kecil Zelgoth memiliki
kelebihan di mata kirinya itu.
Disingkapnya lengan
kiri dengan simbol mengerikan
Perutnya terasa lapar mengharuskannya pergi ke kedai mie
ayam madura. Hendak masuk kedalam kedai itu dari jauh terlihat lawan yang
pernah dilemparkannya di sumur saat coba merampas harta orang di desanya.
Dengan perut yang lapar dan Zelgoth sangat suka dengan makanan faforitnya itu
iapun tak gentar masuk kedalam kedai tersebut. Dengan kaget yang sangat
luarbiasa ketiga preman itupun berkata kotor hendak menantang Zelgoth.
Kali ini zelgoth diam tak berbicara apapun, akan tetapi
salah satu preman itu mengeluarkan pedangnya dan hendak menghunuskan ke arah
zelgoth. Merasa situasi berbahaya pedang itu dilihatnya dengan mata kirinya,
kini pedang itu terasa sangat lambat ayunannya dan membiarkannya menebas lengan
kirinya hingga robek lengan panjangnya.
Sang penjual mie ayampun tak berani melerai mereka karna
mereka adalah orang-orang yang mengerikan. Lengan panjangnya yang robek
memperlihatkan simbol Gank Explosive master yang telah punah kala itu. Tiga
preman itupun tercengang dan heran karna ternyata masih ada keturunan klan explosive
master yang masih hidup. Zelgoth menyingkap mata kirinya dan memperlihatkan
matanya yang berbahaya itu. Ketiga preman itupun lari terbirit-birit ketakutan.
Tiba-tiba aku merasa kenyang, ujar Zelgoth. Tetap dimakannya
mie ayam itu dan dengan siulan yang mencekik telinga membuat elang dari jauh
datang dan menghabiskan sisa mie yang ada di mangkok Zelgoth. Ia meninggalkan
kedai , kali ini elang itu berputar-putar diatasnya. Zelgoth terhenti di
sepertiga jalan saat melihat nenek yang terjatuh dan menangis. Mata kirinya
berputar dan mampu melihat apa yang telah terjadi.
Zelgoth mencari
ketiga preman itu
Benar saja nenek itu tersungkur saat mencoba menyebrang
karenanya ketiga preman itu berlari tidak memperhatikan kiri kanan. Zelgoth
berusaha menolong dan membantu nenek itu tetapi nenek itu ketakutan dan
zelgothpun berlalu. Dari atas tiang listrik elang memperhatikan majikannya dan
kembali menatap langit.
Masih panas dan amarah belum terkendali tiga preman membuat
ulah kali ini zelgoth benar-benar ingin memberi pelajaran mereka. Ia memandang
keatas dan elangpun terbang mencari ketiga preman itu. Zelgoth menunggu elang
dan seperti biasa ia tidur diatas sebuah pohon besar dengan memainkan seruling
bambunya.
Satu jam berlalu kini elang datang dan memberi kabar bahwa
mereka ketiganya berada di sebuah bangunan tua yang banyak orangnya. Banyak
orangnya ini diartikan Gank mereka. Didatanginya bangunan tua yang dimaksud
elang itu dan dengan teriakan lantang,”AaAaAaAaRrRgGgHhHhHh !!!” membuat puluh
hingga ratusan Gank Heihorez menatap kearahnya.
Kali ini kerumunan Gank
Heihorez memenuhi lapangan bangunan tua lengkap dengan tongkat baseball dan
tongkat panjangnya. Ketiga preman tadi berkata itu dia Zelgoth dari klan
Zolvolt yang telah kita anggap punah.
Pemimpin Gank Heihorezpun keluar dengan bahu yang besar dan
berkata, “rupanya pewaris listrik masih tersisa satu ya hahaha, aku masih ingat
ayahmu saat itu mengangkat tangan kanannya dan berkata ampuni saya”. Pulanglah
nak jangan pernah mengusik Heihorez. Dengan lantang Zelgoth berkata,”Kau
seperti banci”.
Mendengar ucapannya itu membuat Kiel pemimpin Heihorez
geram. Kiel masih tidak menoleh kebelakang ia mengambil satu biji kerikil dan
dilemparkannya dengan jari telunjuknya. Dengan cepat kerikil itu melesat
mengenai lengan kirinya menembus dagingnya. Kiel tersenyum ., dan membuat kesakitan Zelgoth.
Pasukan Heihorez berteriak hidup Kiel...hidup Kiel...hidup Kiel rajaku.
Berlanjut di Penyihir Dengan Elang di Kepalanya (Part2)
By : Arif Kurniwan tulisan berlisensi from (www.inspirasisukses.com)
By : Arif Kurniwan tulisan berlisensi from (www.inspirasisukses.com)
